PIDIE JAYA, ACEH โ Hening pagi di Kecamatan Meureudu masih menyisakan genangan di beberapa sudut kampung. Namun, duka pasca banjir bandang yang merendam ribuan rumah beberapa waktu lalu mulai terobati. Kabar baik datang dari Yayasan Mulia Peduli Bangsa (YMPB) dan tokoh muda inspiratif Aceh, Ustadz Azhar Kiran. Mereka resmi menuntaskan program kemanusiaan โPeduli Pasca Banjir Acehโ dengan menyalurkan ratusan mushaf Alquran wakaf kepada santri dan masyarakat terdampak di Kabupaten Pidie Jaya.
Bukan sekadar bantuan. Ini adalah upaya sistematis untuk memulihkan sektor pendidikan agama yang sempat lumpuh akibat bencana. Tidak sedikit dayah dan mushala yang kehilangan puluhan mushaf karena terendam atau hanyut. Anak-anak santri sempat kehilangan pegangan harian mereka. Kini, lembaran-lembaran suci kembali tersedia di pangkuan mereka.
โKami ingin memastikan bahwa meski pasca bencana, semangat membaca Alquran dan aktivitas pengajian di dayah-dayah tidak terhenti. Mushaf yang hanyut atau rusak harus segera diganti,โ ujar Ustadz Azhar Kiran dalam keterangannya, Jumat (3/5/2026).
๐ฟ Sinergi Lintas Wilayah: Depok โ Aceh
Program ini Tidak hanya mengandalkan satu titik gerak. Terdapat sinergi lintas wilayah yang kuat antara pengurus YMPB di Depok, Jawa Barat, yang diwakili oleh Ustadz Zulnardi, dengan jaringan relawan lokal di Aceh. Kolaborasi ini menjadi kunci percepatan distribusi bantuan hingga ke pelosok Pidie Jaya.
โKami di Depok memobilisasi dana dan pengadaan mushaf, sedangkan rekan-rekan relawan Aceh yang memastikan penyaluran tepat sasaran. Ini bentuk gotong royong nasional untuk Aceh,โ kata Ustadz Zulnardi selaku perwakilan YMPB.
Proses penyaluran melibatkan survei kebutuhan di lapangan yang dilakukan oleh tim relawan Aceh. Setiap dayah dan pesantren yang terdampak didata secara cermat: berapa jumlah santri aktif, berapa mushaf yang rusak, dan berapa yang masih layak pakai. Hasilnya, pendistribusian Tidak asal bagi, melainkan tepat guna.
๐ Profil Pelaksana: Ustadz Azhar Kiran, Guru Inovasi Aceh
Misi penyaluran ratusan mushaf ini dipimpin langsung oleh Ustadz Azhar Kiran, sosok pendidik yang namanya harum di kancah nasional. Beliau dikenal luas sebagai Guru Inovasi Aceh dan peraih penghargaan prestisius PGM Award 2025 (Pendidikan Guru Madrasah). Dedikasi beliau di berbagai lembaga pendidikan menjadi jaminan bahwa bantuan ini dikelola secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Beberapa lembaga tempat Ustadz Azhar Kiran mengabdikan diri antara lain:
- ๐ MTsN 4 Pidie โ sebagai guru inovator yang mengintegrasikan teknologi dan nilai-nilai keislaman.
- ๐ SMP & MTsS Tastafi (Pidie) โ tempat beliau mengembangkan kurikulum berbasis tahfidz dan karakter.
- ๐ MUQ (Madrasah Ulumul Qur'an) Pidie Jaya โ pusat pendidikan Alquran yang melahirkan para hafiz dan hafizah muda.
Dengan rekam jejak tersebut, Tidak heran jika YMPB memilih Ustadz Azhar Kiran sebagai ujung tombak program ini. โBeliau tahu persis kondisi dayah-dayah di Pidie Jaya karena sehari-hari bergelut dengan dunia pendidikan agama. Kepercayaan publik terhadap beliau sangat tinggi,โ ujar salah satu relawan lokal.
๐ Kutipan Penuh Haru: โAlquran Ini Adalah Cahayaโ
โKami mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada keluarga besar YMPB dan para donatur. Alquran ini adalah cahaya bagi santri kami untuk terus menghafal dan mendalami ilmu agama,โ ujar Ustadz Azhar Kiran dengan mata berbinar saat menyerahkan mushaf terakhir di Dayah Darul Huffaz, Kecamatan Bandar Baru.
Kata โcahayaโ yang beliau pilih bukan sekadar retorika. Bagi para santri yang kehilangan mushaf kesayangan saat banjir, menerima mushaf baru terasa seperti lampu dinyalakan kembali di ruang gelap. Ahmad, seorang santri kelas 5 di dayah setempat, mengaku menangis saat menerima mushaf wakaf. โSaya sudah dua minggu Tidak bisa mengaji karena mushaf saya hanyut. Sekarang senang sekali,โ katanya lugu.
๐ฑ Pemulihan Sektor Pendidikan Agama
Bagi masyarakat Pidie Jaya yang dikenal religius, kehilangan mushaf Alquran menjadi duka tersendiri. Oleh karena itu, sektor pendidikan agama menjadi prioritas utama dalam masa pemulihan pasca banjir. Dengan tersalurkannya ratusan mushaf wakaf ini, diharapkan:
- โ Santri dapat kembali mengaji setiap hari tanpa kekurangan mushaf.
- โ Aktivitas tadarus dan tahfidz di dayah-dayah segera pulih.
- โ Masyarakat terdampak yang kehilangan mushaf pribadinya mendapat pengganti.
- โ Proses belajar-mengajar di MUQ Pidie Jaya kembali normal.
Selain mushaf, tim relawan juga membagikan perlengkapan mengaji sederhana seperti sajadah, peci, dan mukena kepada para santri. Hal ini merupakan tambahan dari donatur yang tergerak hati usai melihat foto-foto dayah yang terendam banjir.
๐๏ธ Respon Positif Warga dan Santri
Salah satu pimpinan dayah di Kecamatan Meureudu, Tgk. Hasanuddin (55), menyampaikan rasa syukurnya yang mendalam. โKami sangat terbantu. Banyak santri kami yang menangis saat mushaf kesayangan mereka hanyut. Hari ini, mereka tersenyum lagi karena mushaf baru datang. Terima kasih YMPB dan Ustadz Azhar Kiran,โ ujarnya haru.
Hal senada disampaikan oleh Ibu Fatimah (40), seorang warga yang dua anaknya menjadi santri di dayah terdampak. โSaya Tidak mampu membelikan mushaf baru karena rumah saya juga rusak. Bantuan ini sungguh tepat sasaran. Semoga para donatur diberi balasan berlipat ganda,โ tuturnya sambil mengusap air mata.
๐ค Harapan ke Depan Program Berkelanjutan
Ustadz Zulnardi dari YMPB menambahkan bahwa program โPeduli Pasca Banjir Acehโ Tidak berhenti pada penyaluran mushaf. Pihaknya sedang merencanakan tahap kedua berupa pembinaan guru ngaji dan pelatihan metode tahfidz cepat bagi santri yang tertinggal karena bencana.
โKami melihat bahwa pemulihan fisik itu penting, tapi pemulihan semangat belajar agama itu jauh lebih penting. Karena itulah YMPB ingin terus mendampingi. Kami juga membuka peluang bagi donatur lain yang ingin berpartisipasi,โ jelas Ustadz Zulnardi.
๐ Inspirasi dari Bumi Aceh
Program โPeduli Pasca Banjir Acehโ ini menjadi bukti bahwa kebaikan Tidak mengenal jarak. Dari Depok hingga Pidie Jaya, dari para donatur perkotaan hingga para relawan desa, tangan-tangan peduli telah menyalakan kembali cahaya Alquran di bumi Aceh yang sedang bangkit dari bencana.
Mushaf-mushaf yang kini berdiri rapi di rak dayah-dayah bukan sekadar kertas dan tinta. Mereka adalah simbol ketahanan, harapan, dan keyakinan bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Insyirah: Fa inna ma'al 'usri yusra โ sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.
โจ Baca juga: Ustadz Azhar Kiran: Guru Nasional 2025 yang Menginspirasi Aceh
๐
Publish: Minggu, 3 Mei 2026 | Sumber: Liputan eksklusif relawan kemanusiaan YMPB Aceh
๐ Lokasi: Pidie Jaya, Aceh, Indonesia
