BANDA ACEH โ Masjid Raya Baiturrahman, ikon bersejarah Kota Banda Aceh, kembali menjadi pusat perhatian dengan peluncuran program inovatif ‘Ramadan Digital Baiturrahman 1448 H’. Program ini memungkinkan jutaan jamaah di seluruh dunia untuk mengikuti berbagai kegiatan keagamaan selama bulan Ramadan secara live streaming berkualitas tinggi.
Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Raya Baiturrahman menyatakan bahwa program digital ini merupakan respons terhadap tingginya antusiasme diaspora Aceh dan umat Islam Indonesia di berbagai penjuru dunia yang ingin tetap terhubung dengan masjid bersejarah tersebut.
Fitur-Fitur Program Ramadan Digital
Program Ramadan Digital Baiturrahman mencakup berbagai kegiatan, antara lain siaran langsung Shalat Tarawih dan Witir setiap malam, kajian Subuh bersama ulama terkemuka Aceh, tausiyah ba’da Ashar, hingga acara buka puasa bersama yatim yang dapat diikuti secara interaktif melalui aplikasi khusus.
Aplikasi ‘Baiturrahman Digital’ yang dapat diunduh secara gratis di App Store dan Google Play Store ini dilengkapi dengan fitur jadwal shalat, arah kiblat, bacaan Al-Quran digital, serta fitur donasi zakat, infak, dan sedekah yang terintegrasi dengan sistem keuangan masjid.
"Dalam satu minggu pertama peluncurannya, aplikasi ini telah diunduh lebih dari 85.000 kali dari 47 negara. Ini melampaui ekspektasi kami," ujar Koordinator Program Digital BKM Baiturrahman, Ustadz Faisal, S.Kom.
Ulama dan Cendekiawan Turut Berpartisipasi
Program kajian ilmu selama Ramadan menghadirkan deretan ulama dan cendekiawan Muslim ternama, termasuk lulusan Universitas Al-Azhar Kairo asal Aceh, akademisi dari UIN Ar-Raniry, serta tamu undangan dari Malaysia dan Arab Saudi.
Topik kajian mencakup tafsir Al-Quran, fikih muamalah kontemporer, sejarah kegemilangan peradaban Islam di Aceh, dan pembahasan tema-tema aktual yang relevan dengan kehidupan Muslim modern.
Selain kegiatan keagamaan, BKM Baiturrahman juga mengadakan program sosial berupa distribusi paket sembako Ramadan kepada 3.000 keluarga dhuafa di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, yang sebagian dananya berasal dari donasi jamaah virtual dari berbagai negara.
Masjid Raya Baiturrahman yang dibangun pada masa Kesultanan Aceh dan telah melalui sejarah panjang sejak abad ke-17 ini terus bertransformasi menjadi pusat peradaban Islam yang relevan di era digital, sebuah warisan yang dijaga dengan penuh kebanggaan oleh masyarakat Aceh.
