BANDA ACEH โ Universitas Syiah Kuala (USK) mencatatkan sejarah baru dalam dunia pendidikan tinggi Aceh. Berdasarkan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang diterima pada Rabu (23/4/2026), USK resmi meraih status akreditasi Unggul โ peringkat tertinggi dalam sistem akreditasi perguruan tinggi Indonesia.
Pencapaian ini menjadikan USK sebagai perguruan tinggi pertama di Aceh dan ketiga di Pulau Sumatera yang meraih predikat Unggul, setelah Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Andalas (Unand).
Proses Panjang Menuju Akreditasi Unggul
Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, dalam sambutannya di hadapan ribuan sivitas akademika, mengungkapkan bahwa proses menuju akreditasi Unggul merupakan perjalanan panjang selama tiga tahun yang melibatkan seluruh elemen universitas.
"Ini bukan sekadar keberhasilan manajemen atau pimpinan, tetapi keberhasilan bersama seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa USK yang telah berjuang tanpa henti untuk meningkatkan kualitas tri darma perguruan tinggi," ujar Prof. Marwan.
Beberapa aspek yang dinilai oleh asesor BAN-PT mencakup kualitas sumber daya manusia, penelitian dan publikasi ilmiah, kerja sama internasional, layanan kepada masyarakat, serta tata kelola institusi.
Dampak bagi Mahasiswa Aceh
Dengan status Unggul, USK kini memiliki kewenangan lebih besar dalam pengelolaan otonomi akademik. Selain itu, mahasiswa USK akan memperoleh sejumlah keuntungan, termasuk kemudahan mendaftar beasiswa LPDP, program Kampus Merdeka, dan pengakuan kredensi di pasar kerja internasional.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh menyatakan bahwa pencapaian ini akan meningkatkan minat lulusan SMA dari seluruh Aceh untuk melanjutkan pendidikan di USK. "Selama ini banyak anak-anak terbaik Aceh yang memilih kuliah di Jawa atau Sumatera Utara. Dengan akreditasi Unggul ini, kami berharap mereka lebih memilih untuk tetap di Aceh," ujarnya.
USK saat ini memiliki 12 fakultas dengan 140 program studi, melayani lebih dari 36.000 mahasiswa aktif dan 1.800 dosen tetap. Universitas ini juga telah menjalin kerjasama akademik dengan lebih dari 80 perguruan tinggi di 25 negara.
Gubernur Aceh turut memberikan selamat dan mengumumkan pemberian insentif khusus bagi USK dari dana otonomi khusus Aceh senilai Rp 50 miliar untuk pengembangan infrastruktur penelitian dalam tiga tahun ke depan.


