Tragedi kecelakaan kereta api kembali terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. Pada Senin malam, 27 April 2026 sekitar pukul 20.57 WIB, Kereta Api Argo Bromo Anggrek relasi GambirโSurabaya Pasar Turi menabrak bagian belakang rangkaian KRL Commuter Line yang sedang berhenti di jalur 1 stasiun tersebut.
Insiden ini mengakibatkan 15 orang meninggal dunia dan 84 orang lainnya mengalami luka-luka hingga Selasa siang, 28 April 2026. Sebagian besar korban berasal dari penumpang KRL, termasuk di gerbong khusus wanita yang mengalami kerusakan parah.
Kronologi bermula ketika sebuah taksi listrik mengalami mogok di perlintasan sebidang tidak resmi dekat stasiun, sekitar pukul 20.40 WIB. Taksi tersebut tertabrak oleh KRL lain, menyebabkan gangguan pada jalur dan membuat KRL berikutnya berhenti mendadak. KA Argo Bromo Anggrek yang datang dari arah barat kemudian tidak sempat mengerem hingga terjadinya tabrakan keras.
Proses evakuasi korban dan pembersihan jalur masih berlangsung hingga Selasa siang. PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama pihak kepolisian dan Basarnas terus bekerja di lokasi. Jalur kereta di wilayah Bekasi Timur sementara ditutup untuk investigasi lebih lanjut.
Menteri Perhubungan dan Komisi V DPR RI menyatakan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian, khususnya di perlintasan sebidang dan pengelolaan sinyal kereta.

