WASHINGTON / BERMUDA โ Raja Charles III dan Ratu Camilla secara resmi mengakhiri kunjungan negara selama empat hari ke Amerika Serikat pada Kamis (30 April 2026). Kunjungan ini menjadi kunjungan resmi pertama Raja Charles sebagai monarch ke Amerika Serikat sejak naik takhta pada tahun 2022.
Kunjungan yang sarat makna ini ditutup dengan serangkaian acara di negara bagian Virginia. Raja dan Ratu menghadiri block party di Front Royal untuk merayakan persiapan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat, serta mengunjungi Shenandoah National Park. Mereka juga menyaksikan pelantikan Junior Rangers yang mayoritas berasal dari anak-anak setempat.
Sebelumnya, Raja Charles III menyampaikan pidato penting di hadapan sidang gabungan Kongres Amerika Serikat. Dalam pidatonya, Raja menekankan pentingnya hubungan bilateral Inggris-Amerika Serikat, nilai-nilai bersama kedua negara, serta harapan agar dunia dapat โmenghentikan pembentukan pedang dari mata bajakโ โ sebuah pesan perdamaian di tengah ketegangan global.
Kunjungan ini juga diwarnai dengan jamuan makan malam kenegaraan yang diadakan oleh Presiden Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump di Gedung Putih. Presiden Trump sempat menyebut Raja Charles sebagai โraja terbaik dalam buku sayaโ saat memberikan sambutan perpisahan.
Setelah menyelesaikan rangkaian acara di Virginia, pasangan kerajaan berangkat dari Joint Base Andrews menuju Bermuda. Pada Jumat pagi (1 Mei 2026), Raja Charles III tiba di Bermuda dan disambut dengan upacara penyambutan resmi di Kingโs Square, St. Georgeโs. Ini merupakan kunjungan pertama Raja Charles sebagai penguasa ke wilayah luar negeri Inggris (British Overseas Territory).
Meski berusia 77 tahun, Raja Charles III tampak energik menjalani jadwal padat selama kunjungan ini. Kunjungan negara ini dianggap sebagai upaya memperkuat hubungan diplomatik antara Inggris dengan Amerika Serikat di tengah berbagai tantangan geopolitik dunia saat ini.
Di sisi lain, kunjungan ini juga menjadi sorotan karena status hubungan keluarga kerajaan. Pangeran Harry dan Meghan Markle disebut-sebut telah mengirim pesan tidak langsung bahwa mereka telah melanjutkan kehidupan mereka masing-masing di tengah kunjungan ayahanda mereka ke AS.
Kunjungan Raja Charles III ke Amerika Serikat dan Bermuda ini menjadi salah satu agenda diplomasi paling penting di awal tahun 2026, yang mencerminkan peran Inggris di panggung internasional di bawah kepemimpinan monarki konstitusional.


