โ Ketegangan di kawasan perbatasan selatan Lebanon kembali meningkat setelah militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi bagi warga sipil di sejumlah kota dan desa pada Selasa (29/10/2024).
Perintah tersebut diumumkan melalui saluran resmi militer Israel dan ditujukan kepada sembilan wilayah, yakni Qaaqaait al-Jisr, Adchit al-Shaqif, Jebchit, Ebba, Kfar Jouz, Harouf, al-Duwayr, Deir ez-Zahrani, serta Habboush.
Dalam pengumuman singkatnya, militer Israel meminta warga segera meninggalkan lokasi demi alasan keamanan. Namun, tidak dijelaskan secara rinci batas waktu evakuasi maupun operasi yang akan dilakukan.
Gelombang Pengungsian Baru
Kebijakan ini menambah daftar panjang perpindahan warga sipil di Lebanon selatan dalam beberapa bulan terakhir. Sejak konflik meningkat, ribuan keluarga telah meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat aman.
Sejumlah warga dilaporkan panik setelah menerima kabar tersebut. Arus kendaraan menuju wilayah yang dianggap lebih aman mulai terlihat padat, sementara sebagian warga membawa barang-barang penting dari rumah mereka.
Gencatan Senjata Kembali Dipertanyakan
Langkah terbaru Israel ini memunculkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan gencatan senjata yang sebelumnya diupayakan melalui jalur diplomasi internasional.
Pengamat menilai, perintah evakuasi di tengah situasi yang belum stabil berpotensi memperbesar ketegangan dan memicu gelombang konflik baru di kawasan perbatasan.
Sejumlah kelompok kemanusiaan juga menyerukan perlindungan bagi warga sipil yang terdampak serta meminta semua pihak menahan diri agar situasi tidak semakin memburuk.
Ancaman Konflik Regional
Wilayah perbatasan Lebanon-Israel sejak tahun lalu menjadi titik rawan bentrokan bersenjata. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran dunia internasional terhadap kemungkinan meluasnya konflik di Timur Tengah.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Lebanon maupun pasukan penjaga perdamaian PBB di wilayah tersebut belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait perintah evakuasi terbaru itu.


