BANDA ACEH โ Gubernur Aceh, dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Aceh Tengah, secara resmi meresmikan Jembatan Peusangan yang membentang sepanjang 240 meter di atas Sungai Peusangan. Peresmian yang dihadiri oleh ribuan warga setempat ini menandai babak baru konektivitas bagi tiga kecamatan terpencil yang selama ini terisolir dari pusat kota Takengon.
Jembatan yang dibangun dengan anggaran Rp 45 miliar dari APBN ini merupakan bagian dari program percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman Aceh. Sebelumnya, warga dari Kecamatan Pegasing, Ketol, dan Celala harus menempuh jalan berputar sejauh 32 kilometer untuk mencapai Kota Takengon.
Dampak Ekonomi yang Signifikan
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Aceh menyatakan bahwa jembatan ini akan memberikan dampak ekonomi yang sangat signifikan bagi masyarakat setempat. Petani kopi Gayo dari ketiga kecamatan tersebut kini dapat mengangkut hasil panen ke pasar dengan lebih cepat dan efisien.
"Selama ini, biaya transportasi yang tinggi membuat keuntungan petani terpangkas cukup besar. Dengan adanya jembatan ini, waktu tempuh berkurang dari dua jam menjadi hanya 35 menit," ujar Kepala Dinas PU PR Aceh dalam sambutannya.
Koperasi Petani Kopi Gayo Aceh Tengah mencatat bahwa lebih dari 4.500 kepala keluarga akan langsung merasakan manfaat dari pembangunan infrastruktur ini. Volume ekspor kopi Gayo dari wilayah tersebut diperkirakan meningkat 30 persen dalam tahun pertama setelah peresmian.
Konstruksi yang Tahan Gempa
Mengingat Aceh merupakan daerah yang rawan gempa, jembatan ini dirancang dengan standar konstruksi tahan gempa hingga skala 8,5 SR. Tim insinyur dari Institut Teknologi Bandung (ITB) terlibat dalam proses desain struktural untuk memastikan keamanan jangka panjang.
Material yang digunakan merupakan baja khusus impor dengan ketahanan korosi tinggi, sesuai dengan kondisi lingkungan tropis lembap di sekitar aliran sungai. Sistem fondasi dalam (deep foundation) dipilih untuk memastikan stabilitas di atas tanah aluvial yang lunak.
Warga Desa Isaq, Kecamatan Pegasing, menyambut gembira peresmian jembatan ini. "Anak-anak kami sekarang bisa berangkat sekolah ke SMA Negeri di Takengon tanpa harus menginap di kos selama seminggu. Ini berkah yang luar biasa," ucap Pak Mahmud (52), salah satu tokoh masyarakat setempat.
Gubernur Aceh juga mengumumkan bahwa dalam tahun anggaran 2026โ2027, pemerintah provinsi akan melanjutkan pembangunan jalan pendekat sepanjang 18 kilometer yang menghubungkan jembatan ini dengan jalur utama Trans-Aceh.

