Fakta Baru! Dua Remaja Tewas di Bireuen Akibat Dikeroyok, Bukan Kecelakaan
Cari Laptop Berkualitas di Aceh?
Cek Stok Laptop
IKLAN
Iklan
Bireuen. Kabar duka yang semula diduga sebagai kecelakaan tunggal sepeda motor di kawasan Jalan Bireuen-Takengon, tepatnya di Gampong Meunasah Manyang, Kecamatan Peusangan, ternyata menyimpan fakta yang lebih tragis. Kapolres Bireuen, AKBP Rizki Pratama, dalam rilisnya hari ini (1/5/2026) mengungkapkan bahwa dua remaja bernama Reza (17) dan Andika (16) tewas karena menjadi korban pengeroyokan, bukan karena kecelakaan.
Kronologi kejadian bermula saat kedua korban akan menghadiri aksi tawuran antar-geng sekolah pada Rabu malam (28/4) lalu. Di tengah perjalanan, mereka dicegat oleh kelompok rival yang sudah menunggu di pinggir jalan. Tanpa banyak bicara, kelompok pelaku yang berjumlah lima orang langsung menendang sepeda motor korban hingga oleng dan terjatuh. Setelah jatuh, Reza dan Andika kemudian dipukuli dan ditendang di bagian kepala hingga tak sadarkan diri.
"Kami awalnya menerima laporan kecelakaan tunggal, tapi dari hasil olah TKP dan keterangan saksi kunci, ditemukan luka-luka yang tidak sesuai dengan jatuh dari motor. Ada bekas pukulan benda tumpul," jelas AKBP Rizki.
Polisi telah menangkap tiga pelaku utama berinisial RH (17), MS (16), dan DA (18). Mereka dijerat dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan Pasal 351 tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Satu pelaku lain masih dalam pengejaran. Pemerintah Kabupaten Bireuen mengimbau orang tua untuk lebih mengawasi anak-anaknya, terutama yang masih remaja.
📖 Baca Juga
T
Artikel Terkait
Gaya Hidup
Peran Aparatur Gampong dalam Menyelesaikan Sengketa Warga Secara Musyawarah
Tim Meureno Digital28 April 20261.240 dibaca⏱ 1 menit baca
