Ada kisah yang menyentuh hati dari puncak Gunung Leuser di Kabupaten Gayo Lues, Aceh โ tentang seorang pendaki yang mencintai alam begitu dalam, hingga kini beristirahat untuk selamanya di salah satu tempat paling liar dan indah di Asia Tenggara.
Kris Biantoro, 49 tahun, warga Binjai, Sumatera Utara, tidak pernah kembali dari pendakiannya ke Gunung Leuser. Ia meninggal dunia pada Kamis, 9 April 2026, di Kamp Lapangan Bola โ sebuah kawasan sabana terbuka di ketinggian 3.119 meter โ saat dalam perjalanan turun dari puncak. Dan sebuah keputusan yang penuh keikhlasan pun harus diambil: jenazahnya dimakamkan di sana.
๐ง Kronologi Pendakian yang Berakhir Duka
Kris Biantoro melakukan pendakian bersama rombongan berjumlah 13 pendaki serta dua orang pemandu. Pendakian dimulai pada 31 Maret 2026 melalui resor Kedah di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Perjalanan direncanakan berlangsung sekitar 10 hari untuk mencapai puncak Gunung Leuser sebelum kembali turun.
Rombongan 15 pendaki dan pemandu berangkat dari resor Kedah, Gayo Lues, menuju puncak Leuser (3.119 mdpl).
Kris mengalami hipotermia di Kamp Lapangan Bola saat perjalanan turun. Rekan pendaki langsung melakukan RJP (resusitasi jantung paru) selama berjam-jam, namun korban tidak menunjukkan respons.
Kris dinyatakan meninggal di lokasi. Kabar baru bisa dikirim setelah anggota tim naik ke titik lebih tinggi untuk mendapatkan sinyal. Pengelola TNGL langsung berkoordinasi dengan Basarnas, Polres Gayo Lues, BPBD, dan Koramil.
Tim gabungan 15 personel dari BBTNGL, Brimob, Polri, dan masyarakat lokal bergerak menuju lokasi. Helikopter tidak bisa digunakan karena cuaca dan ketinggian lokasi mencapai 3.000 meter lebih.
Setelah rapat koordinasi antara TNGL, Polres, TNI, SAR, dan keluarga korban, diputuskan jenazah dimakamkan di Kamp Lapangan Bola. Abang kandung almarhum, Prionoto, secara resmi menandatangani surat persetujuan.
๐๏ธ Mengapa Evakuasi Tidak Bisa Dilakukan?
Banyak yang bertanya-tanya mengapa jenazah tidak diturunkan โ atau setidaknya dievakuasi menggunakan helikopter. Jawabannya terletak pada kondisi Gunung Leuser yang berbeda dari gunung-gunung lain di Indonesia.
Mencapai puncak Leuser membutuhkan perjalanan 7โ10 hari. Artinya lokasi kejadian berada sangat jauh dari akses pertolongan โ tidak ada jalan pintas.
Cuaca di kawasan ini berubah drastis dan tidak dapat diprediksi. Saat kejadian, cuaca dan curah hujan tinggi menghalangi segala upaya evakuasi udara maupun jalur cepat.
Helikopter SAR tidak bisa digunakan karena kondisi cuaca dan ketinggian lokasi yang mencapai 3.000 meter lebih di atas permukaan laut.
Memaksakan evakuasi jenazah melalui medan ekstrem berpotensi membahayakan keselamatan puluhan anggota tim yang harus turun berhari-hari sambil membawa beban berat.
๐ Keputusan yang Penuh Keikhlasan
Jenazah Kris Biantoro akhirnya dimakamkan di kawasan Kamp Lapangan Bola dekat puncak Gunung Leuser, setelah proses evakuasi dinilai terlalu berisiko akibat cuaca ekstrem dan medan yang sangat sulit.
Keputusan ini bukan hal mudah. Namun keluarga korban โ terutama abang kandung almarhum, Prionoto โ memilih jalan yang paling bijak. Di kalangan pecinta alam, dimakamkan di gunung tempat seseorang mengabdikan kecintaannya kerap dimaknai sebagai bentuk "pulang" yang paling dalam โ kembali menyatu dengan alam yang dicintai.
๐ Imbauan Keselamatan Pendakian Gunung Leuser
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi seluruh komunitas pendaki Indonesia tentang betapa seriusnya risiko mendaki Gunung Leuser โ salah satu gunung paling liar dan menantang di Asia Tenggara. Setelah kejadian ini, pendakian Gunung Leuser ditutup sementara selama proses penanganan berlangsung.
- Pastikan kondisi fisik prima sebelum mendaki โ hipotermia bisa menyerang siapa saja
- Siapkan perlengkapan anti-dingin yang memadai, terutama untuk ketinggian di atas 2.500 mdpl
- Daftarkan diri dan rombongan dengan Simaksi (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi) resmi
- Gunakan pemandu lokal berpengalaman yang mengenal jalur dan kondisi cuaca setempat
- Pantau prakiraan cuaca secara berkala dan jangan ragu mundur jika kondisi memburuk
- Persiapkan logistik lebih dari kebutuhan normal untuk mengantisipasi situasi darurat
๐ Sumber: BBTNGL, Polres Gayo Lues, detikSumut, IDN Times Sumut, TribunGayo, Analisa Aceh. Per April 2026.