ACEH SELATAN โ Tradisi adat Khanduri Laot kembali digelar di Lhok Bakongan, Desa Darul Ikhsan, Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan. Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, hadir langsung dalam acara tersebut pada Kamis (30 April 2026).
Khanduri Laot merupakan tradisi turun-temurun masyarakat pesisir Aceh yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki dari laut. Acara ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara nelayan, Panglima Laot, dan pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Mirwan menyampaikan bahwa Khanduri Laot bukan sekadar ritual adat, melainkan juga simbol kebersamaan dan kearifan lokal yang sangat penting untuk menjaga kelestarian laut dan kesejahteraan nelayan.
โKhanduri Laot adalah wujud rasa syukur kita atas limpahan hasil laut yang diberikan Allah. Tradisi ini juga menjadi kunci sinergi antara budaya, adat istiadat, dan kemajuan sektor perikanan di Aceh Selatan,โ ujar Bupati Mirwan.
Acara Khanduri Laot di Lhok Bakongan diisi dengan doa bersama, kenduri makan, serta berbagai kegiatan adat sesuai tuntunan Panglima Laot. Para nelayan berharap melalui tradisi ini, hasil tangkapan ikan semakin melimpah dan keselamatan saat melaut selalu terjaga.
Bupati Mirwan juga mengajak seluruh elemen masyarakat pesisir untuk terus melestarikan tradisi Khanduri Laot sebagai bagian dari identitas budaya Aceh Selatan. Ia menekankan pentingnya menjaga lingkungan laut agar tradisi ini tetap berkelanjutan untuk generasi mendatang.
Tradisi Khanduri Laot yang masih hidup kuat di berbagai lhok (pelabuhan kecil) di Aceh Selatan menjadi bukti bahwa adat istiadat dan nilai-nilai Islami tetap terjaga dengan baik di tengah dinamika kehidupan modern.
Meureno Portal akan terus mengangkat berbagai tradisi dan kearifan lokal Aceh Selatan yang patut dilestarikan.
Meureno Portal โ Memberitakan Aceh dengan Hati
