SIMEULUE โ Kabupaten Simeulue kembali dihadapkan pada bencana banjir susulan. Hujan deras yang mengguyur wilayah pulau sejak awal April 2026 menyebabkan banjir merendam puluhan rumah warga dan menggenangi ruas jalan di beberapa kecamatan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simeulue, T. Ridwan, menyatakan bahwa banjir kali ini melanda sejumlah desa di sepuluh kecamatan. Beberapa wilayah yang paling terdampak antara lain Kecamatan Simeulue Timur, Simeulue Tengah, Teupah Selatan, dan Teupah Barat.
โKami sudah mengerahkan seluruh personel dan relawan untuk melakukan evakuasi warga serta pendataan kerusakan. Beberapa desa seperti Air Dingin, Suka Jaya, dan Suak Buluh mengalami genangan cukup tinggi,โ ujar T. Ridwan saat dikonfirmasi Meureno Portal, Jumat (1 Mei 2026).
Selain merendam rumah penduduk, banjir juga merusak dua jembatan penghubung antar desa dan mengganggu akses transportasi di beberapa ruas jalan utama. BPBD Simeulue bersama TNI/Polri dan relawan setempat terus melakukan pendataan serta membangun jembatan darurat untuk memastikan mobilitas warga tidak terhambat terlalu lama.
Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa akibat banjir susulan ini. Namun, puluhan kepala keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah Kabupaten Simeulue telah menyiapkan posko pengungsian serta logistik berupa makanan siap saji dan air bersih bagi warga terdampak.
Bupati Simeulue mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor. Ia juga meminta warga yang tinggal di bantaran sungai untuk segera mengungsi jika hujan deras kembali turun.
BPBD Simeulue terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Aceh untuk meminta dukungan tambahan dalam penanganan bencana ini. Meureno Portal akan terus memantau perkembangan situasi banjir di Simeulue.

